This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 14 Juli 2014

tutorial corel draw
1.buat persegi panjang dengan retangel
2.beriwarna sesukamu
3.import gambar yg ingin digunakan
4.sesuaikan dengan ukuran persegi yang telah dibuat
5.buat persegi panjang lagi
6.lalu gunakan art untuk menambahkan kata kata


 download disisni:http:http://www.4shared.com/photo/DCBxAhpTce/Graphic1.html

intel core i7

Prosessor merupakan bagian terpenting dari PC ( personal komputer), yang berfungsi mengatur semua komponen dari computer atau bisa juga di sebut dengan otaknya komputer. Tanpa adanya prosessor computer tidak dapat berfungsi sebagaimana semestinnya fungsi dari komputer itu sendiri.
Perkembangan teknologi prosessor komputer di dunia sangat pesat sehingga perusahaan terbesar prosessor saling bersaing untuk memenuhi keinginan konsumen. Intel merupakan salah satu perusahaan prosessor yang didirikan di California pada 18 Juli 1968 oleh Gordon More, Robert Noyce, dan Andrew Grove.
Intel Core i7 Teknologi-teknologi canggih dari prosessor intel core i terbaru
Intel Core i7 Teknologi-teknologi canggih dari prosessor intel core i terbaru
Perkembangan Teknologi Teknologi Canggih dari Prosessor Intel Core i Terbaru. Pada saat ini banyak computer atau notebook yang memakai prosesor intel sudah mulai memakai keluarga intel Core i yaitu Core i3, Core i5, Core i7. Ketiga jenis tersebut merupkan pengganti dari versi sebelumnya Core2 yaitu Core2 solo, Core2 Duo, Core2 Quad.
Semua prosessor intel dengan nama Core I dibangun dengan teknologi yang di namakan Nahalem, nahalem adalah nama dari kode arsitektur mocriprosessor intel, arsitektur ini menawarkan performa yang lebih tinggi dengan pengaturan daya yang jauh lebih baik.

Teknologi-teknologi canggih dari prosessor intel core i terbaru

Intel Turbo Boost Technology
Teknologi ini mempunyai kemampuan fitur unggulan dari sebagian besar prosessor dengan teknologi nahalem ide dasar dari teknologi Intel® Turbo Boost adalah HUGI ( Hurry Up and Get Idle). Teorinya adalah jika computer melakukan pekerjaannya lebih cepat maka prosessor tersebut akan dapat beristirahat lebih cepat dan akan banyak menghemat energy. Sehingga pekerjaan kita dapat berjalan dengan nyaman.
Intel Hyper-Threading Technology
Teknologi ini berfungsi agar bagaimana system operasi dapat melakukan lebih banyak dan mengerjakannya dengan lebihbaik. Intel Hyper-Threading Technology menggunakan sumbardaya dengan lebih efisien, sehingga sejumlah thread dapat berjalan pada masing-masing core. kinerja teknologi ini meningkatkan throughput prosessor meningkatkan kinerja keseluruhan pada thraded software.
Teknologi Intel vPro
Teknologi Intel vPro merupakan Built-in keamanan untuk perlindungan yang lebih besar dan lapisan tambahan keamanan untuk bisnis dan system cerdas. Adalah sebuah istilah pemasaran umum yang di gunakan intel untuk koleksi teknologi perangkat keras computer yang memungkinkan fitur manajemen seperti remote pada PC, managemen ancaman termasuk perlindungan dari( rootkit, virus, dan malware), identitas dan perlindungan jalur akses web, perlindungan data bisnis atau data pribadi, pemantauan jarak jauh dan local, perbaikan PC dan workstation.

Sabtu, 12 Juli 2014

one direction song little think



EFEK AND DANGEROUS EXSTASI(MDMA)


MDMA(3,4-methylenedioxy-N-methylamphetamine), biasanya dikenal dengan nama Ekstasi, E, X, atau XTC adalah senyawa kimia yang sering digunakan sebagai obat rekreasi yang membuat penggunanya menjadi sangat aktif. Resiko penggunaannya adalah dehidrasi ketika penggunanya lupa minum air. Hal sebaliknya juga dapat terjadi, di mana seseorang minum terlalu banyak air.
Ekstasi (MDMA) Adalah entactogen psychedelic semisintetik dari keluarga phenethylamine yang efeknya jauh lebih ringan dari kebanyakan narkotik lainnya yang memproduksi psychedelics. Ekstasi digunakan sebagai sampingan dan sering digunakan dengan seks dan berhubungan dengan obat-obatan klub sebagai entheogen selain itu digunakan untuk melengkapi berbagai jenis praktek untuk transendensi termasuk dalam meditasi, psychonautics, dan psikoterapi psikedelik.
MDMA (Methylene Dioxy Meth Amphetamine) atau yang umumnya dikenal sebagai ekstasi memiliki struktur kimia dan pengaruh yang mirip dengan amfetamin dan halusinogen. Ekstasi biasanya berbentuk tablet berwarna dengan disain yang berbeda-beda. Ekstasi bisa juga berbentuk bubuk atau kapsul.
Seperti kebanyakan obat terlarang, tidak ada kontrol yang mengatur kekuatan dan kemurnian salah satu jenis narkoba ini. Bahkan tidak ada jaminan bahwa sebutir ekstasi sepenuhnya berisi ekstasi. Seringkali ekstasi dicampur dengan bahan-bahan berbahaya lainnya. Nama-nama lain: Dolphin, Black Heart, Gober, Circle K, dll.
MDMA biasanya sebagai kapsul atau tablet. Pada awalnya populer di kalangan remaja kulit putih dan dewasa muda di klub malam atau di akhir pekan selama pesta dansa yang dikenal sebagai rave. Baru-baru ini, profil dari pengguna MDMA telah berubah, sekarang mempengaruhi lebih luas kelompok etnis. MDMA juga populer di kalangan pria gay, menurut laporan, MDMA digunakan sebagai bagian dari pengalaman mengkonsumsi banyak obat yang termasuk ganja, kokain, methamphetamine, ketamin, sildenafil (Viagra), dan zat legal dan ilegal lainnya.
Dampak  MDMA
· Mempengaruhi Otak MDMA diberikannya efek utama di otak pada neuron yang menggunakan bahan kimia (atau neurotransmitter) serotonin untuk berkomunikasi dengan neuron lainnya. Sistem serotonin berperan penting dalam mengatur suasana hati, agresi, aktivitas seksual, tidur, dan kepekaan terhadap rasa sakit. MDMA mengikat transporter serotonin, yang bertanggung jawab untuk mengeluarkan serotonin dari sinaps (atau ruang antara neuron yang berdekatan) untuk menghentikan sinyal antara neuron, sehingga MDMA meningkatkan dan memperpanjang sinyal serotonin. MDMA juga memasuki neuron serotonergik melalui transporter (karena MDMA menyerupai serotonin dalam struktur kimia) dimana hal itu menyebabkan pelepasan serotonin yang berlebihan dari neuron.MDMA memiliki efek yang serupa pada neurotransmitter lain, epinephrine, yang dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung dan tekanan darah. MDMA juga melepaskan dopamin, tetapi dalam tingkat yang jauh lebih rendah. MDMA dapat menghasilkan kebingungan, depresi, masalah tidur, keinginan obat, dan kecemasan yang parah. Masalah ini dapat terjadi segera setelah mengonsumsi obat atau, kadang-kadang, bahkan berhari-hari atau minggu setelah minum MDMA. Selain itu, pengguna kronis MDMA melakukan lebih buruk daripada yang bukan pengguna pada beberapa jenis tugas kognitif atau memori, meskipun beberapa efek mungkin karena penggunaan obat lain dalam kombinasi dengan MDMA. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa MDMA bisa berbahaya bagi otak, studi pada primata (bukan manusia,mungkin yang dimaksud kera) menunjukkan bahwa paparan MDMA hanya 4 hari menyebabkan kerusakan terminal saraf serotonin yang masih jelas 6 sampai 7 tahun kemudian. Meskipun neurotoksisitas serupa belum menunjukkan secara definitif pada manusia, penelitian pada hewan menunjukkan MDMA bersifat merusak dan menunjukkan bahwa MDMA bukan obat yang aman untuk dikonsumsi manusia.
· Peningkatan kesadaran indra, perasaan keterbukaan, euforia, empati, cinta, kebahagiaan, rasa kejernihan mental dan penghargaan peningkatan musik dan gerakan.
· Sensasi taktil yang dirasakan beberapa pengguna, membuat kontak fisik dengan orang lain lebih
· Perasaan gembira yang meluap-luap.
· Perasaan nyaman.
· Rasa mual.
· Berkeringat & dehidrasi (kehilangan cairan tubuh).
· Meningkatnya kedekatan dengan orang lain.
· Percaya diri meningkat dan rasa malu berkurang.
· Rahang mengencang dan gigi bergemeletuk.
· Paranoia, kebingungan.
· Meningkatnya kecepatan denyut jantung, suhu tubuh dan tekanan darah.
· Pingsan, jatuh atau kejang-kejang (serangan tiba-tiba)
· MDMA juga dapat membahayakan kesehatan secara keseluruhan dan, jarang pula yang  mematikan. MDMA dapat memiliki banyak efek fisik yang sama sebagai stimulan lainnya, seperti kokain dan amfetamin. Ini termasuk peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, terutama untuk orang dengan masalah peredaran darah atau penyakit jantung, gejala lain seperti ketegangan otot, gigi secara tak sadar merapat, mual, penglihatan kabur, pingsan, menggigil dan atau berkeringat.
Dampak Jangka Panjang
· Ekstasi merusak otak dan memperlemah daya ingat.
· Ekstasi merusak mekanisme di dalam otak yang mengatur daya belajar dan berpikir dengan cepat.
· Ada bukti bahwa obat ini dapat menyebabkan kerusakan jantung dan hati.
· Pemakai teratur telah mengakui adanya depresi berat dan telah ada kasus-kasus gangguan kejiwaan.
· Ketergantungan Ada bukti bahwa orang dapat menjadi kecanduan ekstasi secara psikologis. Pemakai mengakui kesulitan mereka untuk berhenti atau mengurangi pemakaian. Sebuah survei terhadap orang dewasa muda dan remaja pengguna MDMA ditemukan bahwa 43 persen dari mereka yang melaporkan penggunaan ekstasi itu terbukti menggunakan meskipun pengetahuan tentang bahaya fisik atau psikologis, penarikan efek, dan toleransi (atau respon berkurang). Hasil ini konsisten dengan yang dari penelitian serupa di negara lain yang menunjukkan tingginya tingkat ketergantungan MDMA antara users. Respon lain terkait gejala pemakaian MDMA termasuk kelelahan, kehilangan nafsu makan, depresi perasaan, dan kesulitan berkonsentrasi.
· Dalam dosis tinggi, MDMA dapat mengganggu tubuh, kemampuan untuk mengatur suhu. Pada saat yang tak terduga (biasanya jarang), hal ini dapat menyebabkan peningkatan tajam suhu tubuh (hipertermia), yang dapat mengakibatkan kerusakan hati, gagal ginjal, kerusakan sistem kardiovaskular, atau kematian. MDMA dapat mengganggu metabolisme sendiri (gangguan dalam tubuh) sehingga tingkat yang berpotensi membahayakan dapat dicapai dengan administrasi MDMA berulang dalam jangka waktu yang singkat. Obat lain yang secara kimiawi mirip dengan MDMA, seperti MDA (methylenedioxyamphetamine, obat induk dari MDMA) dan PMA (paramethoxyamphetamine, terkait dengan kematian di Amerika Serikat dan Australia), kadang-kadang dijual sebagai ekstasi. Obat ini neurotoksik atau membuat risiko kesehatan kepada pengguna. Selain itu, tablet ekstasi dapat mengandung zat lain, seperti efedrin (stimulan); dekstrometorfan (DXM, penekan batuk); ketamin (anestesi digunakan terutama oleh dokter hewan); kafein, kokain, dan methamphetamine.  Meskipun kombinasi MDMA dengan satu atau lebih obat ini mungkin berbahaya, pengguna yang juga menggabungkan dengan zat tambahan seperti ganja dan alkohol bisa berisiko lebih tinggi untuk efek kesehatan yang merugikan.
· Seks dan Penyakit Menular Seksual (PMS) Pengaruh-pengaruh ekstasi dapat membuat seseorang bertingkah laku yang membahayakan, atau menempatkan dirinya ke dalam keadaan tidak berdaya. Hal ini dapat mengarah pada pemerkosaan, hubungan seks yang tidak diinginkan, kehamilan dan penyakit-penyakit seperti AIDS atau Hepatitis C.
· Daya ingat dan belajar Suatu penelitian membuktikan bahwa ekstasi menyebabkan kerusakan otak. Ekstasi merusak neuron yang melepaskan serotonin, bahan kimia otak yang mengatur daya ingat dan fungsi-fungsi lain. Penelitian lain menunjukkan bahwa bekas pemakai yang sudah tidak memakai ekstasi selama enam bulan masih terpengaruh secara mental, yang berarti bahwa kerusakannya bersifat jangka panjang dan tidak dapat diperbaiki.
· Kematian Telah diketahui bahwa kematian akibat ekstasi dapat terjadi sebagai akibat dari tiga keadaan yang berbeda: Pengaruh stimulasi yang mengakibatkan serangan jantung atau pendarahan otak. Kombinasi penggunaan ekstasi dengan dengan aktivitas menari akan menyebabkan naiknya temperatur suhu badan pada tingkat yang berbahaya. Karena biasanya ekstasi diminum di klub-klub malam atau diskotik, maka resiko kematian karena panas yang berlebihan (hyperthermia) akan meningkat. Walau bukan karena akibat langsung dari ekstasi, kematian dapat terjadi karena banyaknya air yang diminum akibat temperatur suhu badan yang tinggi sehingga terjadi “dilutional hyponatremia” -keadaan dimana otak kelebihan cairan.
· Dampak mencampur obat-obatan Sangat berbahaya mencampur obat-obatan, termasuk alkohol. Demikian juga dengan kombinasi ekstasi dengan amfetamin yang akan meningkatkan detak jantung dan tekanan darah; ekstasi yang dicampur dengan zat halusinogen lainnya dapat menyebabkan gangguan mental yang hebat dan mereka yang menggunakan antidepresan dengan ekstasi akan mengalami gangguan ketidakseimbangan tubuh yang ekstrim.
Pencegahan
· Jangan sekali-sekali mencoba
· Selalu ditemani oleh teman atau orang yang kamu kenal.
· Katakan kepada orangtua atau saudara tentang kemana kamu akan pergi.
· Ketika kamu akan meninggalkan makanan atau minumanmu walau dalam waktu singkat, pastikan seorang temanmu untuk mengawasinya.
· Jangan menerima makanan atau minuman dari orang yang tidak kamu kenal.
· Pilihlah seorang teman dalam kelompokmu untuk tetap mengawasi orang lain dari kelompok yang lain.
· Beradalah di tempat-tempat yang tidak mungkin akan terjadi transaksi narkoba atau pemakaian narkoba.
· Jangan menerima tumpangan dari seseorang yang kelihatan mencurigakan atau kepada orang yang kelihatannya mabuk karena narkoba atau alkohol.
· Jika kamu merasa tidak enak badan, segeralah mencari bantuan. Mungkin saja seseorang telah menaruh sesuatu di dalam gelasmu.

tugas corel draw

http://www.4shared.com/file/zZhvP8Xaba/Backup_of_Graphic1.html

tugas photoshop

http://www.4shared.com/photo/EVXTajOgba/70861.html
http://www.4shared.com/folder/tIYBsZ-I/_online.html

Minggu, 22 Juni 2014

KISAH ANAK YANG MEMBELI ICE CREAM

Pada sekitar tahun 1930-an, ada sebuah kisah yang sangat menginspirasi, yaitu kisah seorang anak berumur 10 tahun yang ingin membeli ice cream untuk dirinya. Siang itu, si anak mendatangi sebuah kedai minuman dan langsung duduk di salah satu tempat di dalam kedai itu. Lalu seorang pelayan menghampirinya dan meletakkan gelas air minum di depan si anak.

Hari itu si anak ingin sekali makan ice cream favorite nya yaitu ice cream sundae. Lalu ia bertanya kepada si pelayan tadi “mba, berapa harga satu porsi ice cream sundae?”. Lalu si pelayan dengan cepat menjawab ” harganya 50 sen dik”. Si anak kemudian mulai merogoh kantung celananya dan mengeluarkan semua uang koin yang ada di dalam kantung celananya itu dengan perlahan, dan menghitung uangnya dengan hati-hati. Sepertinya si anak menyadari bahwa uang nya tidak cukup untuk membeli ice cream sundae karena kemudian dia bertanya lagi pada si pelayan “kalau ice cream yang biasa saja harganya berapa mba?”. Pada saat itu sudah banyak pengunjung kedai itu yang sedang menunggu untuk dilayani. Si pelayan menjadi tidak sabar dan menjawab dengan agak kasar pada si anak “harganya 35 sen”, sambil menunjukkan sikap seperti orang yang sedang jengkel dan ingin meninggalkan si anak karena tidak sabar.

Lalu dengan perlahan, si anak kemudian menghitung uang koinnya lagi, dan kemudian berkata pada si pelayan “Ya sudah, saya pesan ice cream yang biasa aja mba”. Lalu si pelayan pergi meninggalkan si anak untuk mengambilkan pesanannya itu. Tidak lama kemudia si pelayanan membawakan ice cream pesanan si anak tadi dan meninggalkan bon di meja si anak, lalu si anak mulai menikmati ice cream yang dia pesan.

Setelah si anak menghabiskan ice cream yang dia beli, lalu dia membayar ice cream tadi di kasir dan langsung pergi dari kedai itu. Ketika si pelayan akan membersihkan meja yang dipakai anak tadi, dia melihat dua koin 5 sen dan 5 koin satu sen yang sengaja diletakkan si anak di samping mangkuk tempat ice creamnya. Inilah alasan kenapa anak itu tidak jadi membeli ice cream sundae seharga 50 sen, karena si anak ingin memberikan uang tip yang layak (15 sen) pada si pelayan. Si pelayan pun kaget atas kebaikan si anak tadi dan mulai menangis karena terharu dan merasa bersalah telah berlaku agak kasar pada si anak.

Kita pasti pernah berlaku seperti si pelayan pada orang lain yang baru kita kenal. Sangat sering kita cepat mengambil kesimpulan dan menghakimi orang lain karena kita melihat sebuah kejadian hanya dari satu sisi saja – hanya dari sudut pandang kita sendiri.  Sesuatu yang kelihatan tidak baik pada satu sisi belum tentu tidak baik pada sisi yang lainnya. Apa yang dilakukan si anak tadi – menghitung uang koinnya dengan perlahan – membuat si pelayan merasa jengkel, ternyata berujung pada niat baik si anak yang ingin memberikan tip pada si pelayan. Dan sayangnya si pelayan terlalu cepat menghakimi dan terlambat menyadari kebaikan si anak.

Sebelum kita mengalami hal yang sama seperti cerita di atas, marilah kita belajar untuk memahami suatu peristiwa dan seseorang dari berbagai sudut pandang, agar kita dapat mengambil tindakan dan mengeluarkan perkataan yang lebih baik yang tidak akan kita sesali di masa yang akan datang. Semoga cerita ini menginsipirasi Anda

sponsor: http://tommysyatriadi.blogspot.com/
#inspirasi   #ceritamotivasi  

Kamis, 19 Juni 2014

endocrine


KELENJAR ENDOKTRIN DAN HORMON YANG DI HASILKAN
Kelenjar endokrin adalah kelenjar tanpa saluran yang produknya berupa hormon, yang diedarkan ke organ lain melalui aliran darah.
Hormon adalah zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin atau kelenjar buntu. Kelenjar ini merupakan kelenjar yang tidak mempunyai saluran sehingga sekresinya akan masuk aliran darah dan mengikuti peredaran darah ke seluruh tubuh. Apabila sampai pada suatu organ target, maka hormon akan merangsang terjadinya perubahan. Pada umumnya pengaruh hormon berbeda dengan saraf. Perubahan yang dikontrol oleh hormon biasanya merupakan perubahan yang memerlukan waktu panjang. Contohnya pertumbuhan dan pemasakan seksual.
1. Kelenjar Endokrin dan Hormon yang Dihasilkan
Dalam tubuh manusia ada tujuh kelenjar endokrin yang penting, yaitu hipofisis, tiroid, paratiroid, kelenjar adrenalin (anak ginjal), pankreas, ovarium, dan testis.
a. Hipofisis
Kelenjar ini terletak pada dasar otak besar dan menghasilkan bermacam-macam hormon yang mengatur kegiatan kelenjar lainnya. Oleh karena itu kelenjar hipofisis disebut master gland. Kelenjar hipofisis dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian anterior, bagian tengah, dan bagian posterior
1. Hipofisis bagian anterior
Hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisis bagian anterior dan fungsinya dapat dilihat pada Tabel 11.4.
2. Hipofisis bagian tengah
Menghasilkan hormon perangsang melanosit atau Melanosit Stimulating Hormon MSH). Apabila hormon ini banyak dihasilkan maka menyebabkan kulit menjadi hitam.
Gbr. Kelenjar-kelenjar endokrin dalam tubuh manusia
Tabel 11.4 Hormon dan Fungsi Hormon yang Dihasilkan Hipofisis Bagian Posterior

3. Hipofisis bagian posterior
Hormon yang dihasilkan dan fungsinya dapat dilihat pada Tabel 11.5.
Tabel 11.5
b. Tiroid (Kelenjar Gondok)
Tiroid merupakan kelenjar yang berbentuk cuping kembar dan di antara keduanya dapat daerah yang menggenting. Kelenjar ini terdapat di bawah jakun di depan trakea. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin yang mempengaruhi metabolisme sel tubuh dan pengaturan suhu tubuh.
Tiroksin mengandung banyak iodium. Kekurangan iodium dalam makanan dalam waktu panjang mengakibatkan pembesaran kelenjar gondok karena kelenjar ini harus bekerja keras untuk membentuk tiroksin. Kekurangan tiroksin menurunkan kecepatan metabolisme sehingga pertumbuhan lambat dan kecerdasan menurun. Bila ini terjadi pada anak-anak mengakibatkan kretinisme, yaitu kelainan fisik dan mental yang menyebabkan anak tumbuh kerdil dan idiot. Kekurangan iodium yang masih ringan dapat diperbaiki dengan menambahkan garam iodium di dalam makanan.
Produksi tiroksin yang berlebihan menyebabkan penyakit eksoftalmik tiroid (Morbus Basedowi) dengan gejala sebagai berikut; kecepatan metabolisme meningkat, denyut nadi bertambah, gelisah, gugup, dan merasa demam. Gejala lain yang nampak adalah bola mata menonjol keluar (eksoftalmus) dan kelenjar tiroid membesar.
c. Paratiroid l Kelenjar Anak Gondok
Paratiroid menempel pada kelenjar tiroid. Kelenjar ini menghasilkan parathormon yang berfungsi mengatur kandungan fosfor dan kalsium dalam darah. Kekurangan hormon ini menyebabkan tetani dengan gejala: kadar kapur dalam darah menurun, kejang di tangan dan kaki, jari-jari tangan membengkok ke arah pangkal, gelisah, sukar tidur, dan kesemutan.
Tumor paratiroid menyebabkan kadar parathormon terlalu banyak di dalam darah. Hal ini mengakibatkan terambilnya fosfor dan kalsium dalam tulang, sehingga urin banyak mengandung kapur dan fosfor. Pada orang yang terserang penyakit ini tulang mudah sekali patah. Penyakit ini disebut von Recklinghousen.
d. Kelenjar Adrenal l Suprarenal l Anak Ginjal
Kelenjar ini berbentuk bola, menempel pada bagian atas ginjal. Pada setiap ginjal terdapat satu kelenjar suprarenal dan dibagi atas dua bagian, yaitu bagian luar (korteks) dan bagian tengah (medula).
Hormon dan pengaruh hormon yang dihasilkan kelenjar adrenal dapat dilihat pada Tabel.
Kerusakan pada bagian korteks mengakibatkan penyakit Addison dengan gejala sebagai berikut: timbul kelelahan, nafsu makan berkurang, mual, muntahmuntah, terasa sakit di dalam tubuh. Dalam keadaan ketakutan atau dalam keadaan bahaya, produksi adrenalin meningkat sehingga denyut jantung meningkat dan memompa darah lebih banyak. Gejala lainnya adalah melebarnya saluran bronkiolus, melebarnya pupil mata, kelopak mata terbuka lebar, dan diikuti dengan rambut berdiri.

e. Pankreas
Ada beberapa kelompok sel pada pankreas yang dikenal sebagai pulau Langerhans berfungsi sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon insulin. Hormon ini berfungsi mengatur konsentrasi glukosa dalam darah. Kelebihan glukosa akan dibawa ke sel hati dan selanjutnya akan dirombak menjadi glikogen untuk disimpan. Kekurangan hormon ini akan menyebabkan penyakit diabetes. Selain menghasilkan insulin, pankreas juga menghasilkan hormon glukagon yang bekerja antagonis dengan hormon insulin.
Hormon dan Fungsi Hormon yang Dihasilkan Kelenjar Adrenal
f. Ovarium
Ovarium merupakan organ reproduksi wanita. Selain menghasilkan sel telur, ovarium juga menghasilkan hormon. Ada dua macam hormon yang dihasilkan ovarium yaitu sebagai berikut.
1. Estrogen
Hormon ini dihasilkan oleh Folikel Graaf. Pembentukan estrogen dirangsang oleh FSH. Fungsi estrogen ialah menimbulkan dan mempertahankan tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita. Tanda-tanda kelamin sekunder adalah ciri-ciri yang dapat membedakan wanita dengan Aria tanpa melihat kelaminnya. Contohnya, perkembangan pinggul dan payudara pada wanita dan kulit menjadi bertambah halus.
2. Progesteron
Hormon ini dihasilkan oleh korpus luteum. Pembentukannya dirangsang oleh LH dan berfungsi menyiapkan dinding uterus agar dapat menerima telur yang sudah dibuahi.
Plasenta membentuk estrogen dan progesteron selama kehamilan guna mencegah pembentukan FSH dan LH. Dengan demikian, kedua hormon ini dapat mempertahankan kehamilan.
g. Testis
Seperti halnya ovarium, testis adalah organ reproduksi khusus pada pria. Selain menghasilkan sperma, testis berfungsi sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon androgen, yaitu testosteron. Testosteron berfungsi menimbulkan dan memelihara kelangsungan tanda-tanda kelamin sekunder. Misalnya suaranya membesar, mempunyai kumis, dan jakun.
Description: http://www.doktergaul.com/wp-content/uploads/2012/12/Macam-Macam-Kelenjar-Endokrin-Dalam-Tubuh-Manusia.gif
Kelenjar endokrin dalam tubuh terdiri dari:
  1. Hipotalamus
Terletak di di bawah thalamus, tepat di atas batang otak.
Melepaskan sejumlah hormon yang merangsang hipofisa; beberapa diantaranya memicu pele mpasan (releasing factor) hormon hipofisa dan yang lainnya menekan pelepasan (inhibiting factor) hormon hipofisa.
Hormon yang dihasilkan antara lain adalah:
    1. Growth hormone releasing factor (GRF): merangsang sekresi STH
    2. Growth hormone inhibiting factor (GIF): menghambat sekresi STH
    3. Thyrotrophic releasing factor (TRF): merangsang sekresi TSH
    4. Thyrotrophic inhibiting factor (TIF): menghambat sekresi TSH
    5. Corticotrophin releasing factor (CRF): merangsang sekresi ACTH
    6. Corticotrophin inhibiting factor (CIF): menghambat sekresi ACTH
    7. Gonadotrophic releasing factor (GnRF): merangsang sekresi FSH dan LH
    8. Gonadotrophic inhibiting factor (GnIF): menghambat sekresi FSH dan LH
    9. Parathyroid releasing factor (PTRF): merangsang sekresi PTH
    10. Parathyroid inhibiting factor (PTIF): menghambat sekresi PTH
    11. Prolaktin releasing factor (PRF): merangsang sekresi prolaktin
    12. Prolaktin inhibiting factor (PIF): menghambat sekresi prolaktin
    13. Melanocyte releasing factor (MRF): merangsang sekresi MSH
    14. Melanocyte inhibiting factor (MIF): menghambat sekresi MSH

  1. Kelenjar Hipofisis (kelenjar pituari, master gland)
Terletak di bagian dasar otak besar, persis di bawah hipotalamus. Terdiri dari tiga bagian (lobus), yaitu anterior, tengah dan posterior.
    1. Hipofisis anterior
Diatur oleh dua kelompok hormon yaitu faktor pelepas (releasing factor) yang disekresi hipotalamus.
Hormon yang dihasilkan berfungsi mengatur kelenjar endokrin lainnya, oleh karena itu disebut master gland. Yaitu:
      1. Somatotrophic hormone (STH): disebut juga hormone pertumbuhan (growth hormone (GH)) karena bertugas mengendalikan atau merangsang pertumbuhan rangka dan tubuh secara keseluruhan.
      2. Thyroid stimulating hormone (TSH): mengendalikan sekresi hormon tiroksin oleh kelenjar tiroid.
      3. Adrenocorticotrophic hormone (ACTH): merangsang korteks kelenjar adrenal untuk menyekresi hormon glukokortikoid.
      4. Follicle stimulating hormone (FSH):
        1. Pada perempuan: merangsang pertumbuhan dan perkembangan dalam folikel dalam ovarium. Bersama LH merangsang sekresi estrogen oleh sel telur dan merangsang pematangan sel telur di dalamnya.
        2. Pada laki-laki berperan mengatur perkembangan testis dan merangsang proses spermatogenesis di dalamnya.
      5. Luteinising hormone (LH):
        1. Pada perempuan mempengaruhi terjadinya ovulasi dan membentuk korpus luteum dari folikel dalam ovarium, lalu merangsang korpus luteum untuk menyekresi hormom progesterone. Pada perempuan produksi LH meningkat bila FSH menurun.
        2. Pada laki-laki disebut juga ICHS (interstitial cell stimulating hormone) bertugas merangsang sel interstitial (sel Leydig) dalam testis untuk menyekresi hormon testosterone.
      6. Prolaktin (hormon laktogenik, leteutrophic hormone (LTH)): merangsang air susu setelah melahirkan, sekresinya dirangsang secara reflex melalui penyusuan atau pengisapan putting. Juga berfungsi memelihara korpus luteum.
    1. Hipofisis Intermediet (tengah)
Menghasilkan melanocyte stimulating hormone (MSH) yang sasarannya adalah sel melanosit yang mengandung pigmen hitam melanin. Pada keadaan hamil, peningkatan sekresi MSH menyebabkan warna kulit menjadi sedikit lebih gelap.
    1. Hipofisis Posterior
Memiliki hubungan saraf langsung dengan hipotalamus, menghasilkan:
      1. Oksitoksin, berperan:
        1. Merangsang kontraksi uterus saat melahirkan sehingga membantu pengeluaran janin
        2. Merangsang kontraksi uterus sehingga membantu pengangkutan sperma ke saluran telur
        3. Merangsang sel mioepitel pada kelenjar susu untuk berkontraksi dan mendorong keluarnya air susu
        4. Berperan dalam pelepasan prolaktin
      2. Antidiuretic hormone (ADH) disebut juga vasopressin, berfungsi:
        1. Menyebabkan kontraksi dinding pembuluh darah sehingga meningkatkan tekanan darah di dalamnya
        2. Mengatur pelepasan air dari ginjal dengan membantu reabsopsi air dari tubulus distal nefron
Sekresinya dirangsang oleh meningkatnya tekanan osmosis darah akibat dehidrasi.
Kekurangan ADH menyebabkan diabetes insipidus (keluarnya urine secara berlebihan).
  1. Kelenjar Epifisis (Badan Pineal)
Terletak di bagian dorsal otak tengah.
Hormon yang dihasilkan belum diketahui secara pasti.
  1. Kelenjar Tiroid (kelenjar gondok)
Terletak di bagian leher, tepatnya di kanan kiri trakea, di dekat laring.
Terdiri dari dua lobus, menghasilkan:
    1. Hormon tiroksin (berasal dari asam amino tirosin dan yodium) yang bertugas meningkatkan laju metabolisme jaringan (metabolisme basal) dan laju metabolisme glukosa.
    2. Hormon kalsitonin yang menurunkan kadar kalsium dalam darah ketika kadarnya terlalu tinggi.
  1. Kelenjar Paratiroid
Disebut kelenjar anak gondok karena letaknya menempel pada permukaan belakang kelenjar gondok (tiroid).
Menghasilkan parathyroid hormone (PTH) yang berfungsi:
    1. Memobilisasi ion kalsium dari rangka
    2. Merangsang absorpsi ion fosfor dan kalsium dari saluran pencernaan
    3. Menyebabkan ginjal mengekresi fosfor saat menahan kalsium melalui reabsorpsi
Kekurangan PTH menyebabkan tetani yang ditandai dengan gejala kejang, suhu tubuh naik, gelisah, insomnia dan kesemutan.
Kelebihan PTH menyebabkan osteitis fibrosa atau penyakit von Recklinghausen (kerapuhan tulang akibat pengambilan fosfor dan kalsium) serta diuresis (peningkatan pengeluaran urine) akibat peningkatan ekskresi fosfor dan kalsium dalam urine.
  1. Kelenjar Timus
Terletak di belakang tulang dada anak-anak hingga pubertas, setelahnya kelenjar ini mengecil dan tidak ditemukan lagi.
Selama masih aktif, kelenjar ini menghasilkan sel darah putih yang disebut T-lymphocyte, yang akan menetap dalam tubuh dan memiliki memory (ingatan) terhadap sel asing yang pernah masuk dalam tubuh, termasuk sel abnormal (kanker).
  1. Kelenjar Adrenal
Terletak di atas setiap ginjal, oleh karena itu disebut kelenjar anak ginjal.
Terdiri dari dua bagian, yaitu tengah (medulla) dan luar (korteks).
    1. Medula Adrenal, menyekresi:
      1. Adrenalin (Epinefrin): disekresikan sebagai tanggapan terhadap stress, berperan:
        1. Meningkatkan kadar gula darah dengan mengubah glikogen dalam hati menjadi glukosa
        2. Menambah jumlah udara yang dihirup dengan melebarkan bronkiolus dan menurunkan diafragma
        3. Meningkatkan tekanan darah dengan meningkatkan laju dan kekuatan detak jantung
        4. Menghambat gerak persitaltik dengan menyempitkan arteriola darah saluran pencernaan dan organ saluran reproduksi
        5. Menyempitkan arteri di kulit sehingga aliran darah ke kulit lebih sedikit (kulit menjadi pucat)
        6. Menegakkan rambut di kulit dengan meningkatkan kontraksi otot rambut
        7. Meningkatkan kepekaan dan kecepatan tanggapan dengan meningkatkan kesadaran mental
        8. Mengubah cadangan lemak menjadi asam lemak sehingga tersedia bagi kontraksi otot
      2. Noradrenalin (Norepinefrin): prinsip kerjanya berlawanan dengan adrenalin, tapi tujuannya sama-sama untuk menstabilkan kadar gula darah
    2. Korteks Adrenal, menyekresikan hormon steroid yang disebut kortikoid (dibentuk dari kolesterol), kerjanya lambat dan efek/pengaruhnya lama. Dikelompokkan menjadi:
      1. Glukokortikoid (meliputi kortisol dan kortikosteron) berhubungan dengan metabolisme glukosa dan dibentuk saat cemas, gelisah, demam, atau sakit. Mempengaruhi metabolisme karbohidrat, lemak dan protein.
      2. Mineralokortikoid (meliputi aldosteron) berhubungan dengan retensi (penyimpanan) air melalui pengaturan distribusi ion anorganik. Selain itu meningkatkan reabsorpsi ion natrium dan klorida oleh tubulus ginjal serta mengatur konsentrasi ion natrium dan kalium.
Selain itu, juga menyekresi hormon kelamin laki-laki (androgen) yang mengatur pertumbuhan perilaku seksual. Kerusakan korteks adrenal menyebabkan penyakit Addison yang ditandai turunnya kadar gula darah dan tekanan darah, hilangnya nafsu makan serta kelelahan.
  1. Kelenjar Pankreas (Pulau-pulau Langerhans)
Terletak di pankreas.
Pulau-pulau Langerhans adalah kelompok kecil sel penghasil hormon dalam pankreas, yaitu sel alfa (hormon glukagon) dan sel beta (hormon insulin) yang berperan mengatur kadar gula darah namun kerjanya antagonis.
    1. Glukagon: disekresikan sebagai tanggapan turunnya kadar gula darah. Glukagon menyebabkan sel hati mengubah glikogen menjadi glukosa (glikogenolisis) dan meningkatkan mobilisasi asam lemak dari jaringan adiposa.
    2. Insulin: disekresikan jika kadar gula darah meningkat. Insulin menstimulasi sel hati mengambil glukosa dari darah dan menyimpannya sebagai glikogen. Selain itu insulin juga meningkatkan penyerapan glukosa di seluruh sel, mendorong pengubahan karbohidrat menjadi lemak dan memperlambat pengubahan protein menjadi karbohidrat.
  1. Kelenjar Kelamin (Gonad)
    1. Ovarium (Wanita)
Terletak di sebelah kiri dan kanan rahim (uterus).
Selain menghasilkan sel telur, ovarium juga menghasilkan dua hormon:
      1. Estrogen: dihasilkan oleh folikel de Graaf, berperan merangsang tanda pertumbuhan sekunder perempuan dalam masa pubertas. Sekresinya dirangsang oleh LH dan FSH.
      2. Progesteron: berfungsi menyiapkan dinding uterus (endometrium) untuk pertumbuhan embrio dengan mempertebalnya dan meningkatkan suplai darah, selain itu berfungsi menghambat perkembangan folikel baru. Dihasilkan oleh korpus luteum dan sekresinya dirangsang oleh LH.
    1. Testis (Pria)
Selain menghasilkan spermatozoa, testis juga menghasilkan hormon testosteron. Testosteron dibentuk oleh sel interstitial testis (sel Leydig), dirangsang oleh LH dan disintesis dari kolesterol yang berasal dari darah yang menyuplai testis. Bertanggung jawab terhadap perkembangan tanda kelamin sekunder laki-laki dan bersama FSH mengatur pembentukan sperma.
  1. Embrio
Sel embrio terletak di rahim (uterus).
Lapisan terluar sel embrio akan menyekresikan hormon human chorionic gonadotrophin (HCG) yang fungsi utamanya mempertahankan korpus luteum untuk menyekresi estrogen dan progesterone setidaknya 16 minggu pertama masa kehamilan. Hormon HCG sering digunakan untuk mendeteksi kehamilan pada tahap awal.
  1. Plasenta
Adalah cakram yang melekat pada dinding uterus (endometrium) dan embrio melalui tali pusat.
Menghasilkan hormon yang berperan dalam proses kelahiran, yaitu:
    1. Prostaglandin: berperan meningkatkan kekuatan dan frekuensi kontraksi uterus.
    2. Relaksin: berperan melebarkan serviks secara bertahap hingga memungkinkannya dilewati kepala bayi.
  1. Saluran Pencernaan
    1. Kelenjar lambung: menghasilkan hormon gastrin sebagai tanggapan dari sentuhan makanan ke dinding lambung. Hormon ini menyebabkan dinding usus menghasilkan getah lambung.
    2. Kelenjar usus: menghasilkan hormon sekritin sebagai tanggapan dari sentuhan kim (bubur makanan hasil pencernaan di lambung) yang menyentuh dinding usus. Hormon ini menyebabkan usus menghasilkan hormon yang merangsang kerja kelenjar atau organ lain yang berhubungan dengan pencernaan, seperti pankreosimin (merangsang kerja pankreas), hepatokrinin (merangsang kerja hati), kolesostkinin (merangsang kerja kantung empedu) dan enterokrinin (merangsang kerja usus).